Skip to main content

Renang Saat Menstruasi Harus Dihindari?

Renang Saat Menstruasi Harus Dihindari?

 Renang saat mentruasi, boleh enggak sih? Beberapa orang bilang kalau lagi menstruasi jangan berenang. Katanya, nanti darah akan merembes bocor saat sedang asyik berenang. Tapi, apakah benar seperti itu? Coba simak penjelasan berikut ini, yuk!
Beberapa wanita khawatir jika saat berenang darah akan merembes bocor. Sebenarnya, saat kamu berenang, tekanan air di dalam kolam renang lebih tinggi dibandingkan di Miss V, sehingga akan menghambat darah keluar dan bocor. Tapi, jika menstruasi sedang banyak-banyaknya, kemungkinan darah keluar saat berenang tetap ada karena tekanan dari dalam yang begitu kuat.
Jadi, Bolehkah Berenang Saat Menstruasi?
Berenang saat menstruasi sah-sah saja. Tapi yang perlu diketahui adalah, periode menstruasi membuat jumlah bakteri buruk di area kewanitaan meningkat, karena tingginya keasaman pH. Dalam kondisi ini, ada kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri yang dapat menginfeksi area luar hingga dalam organ reproduksi wanita. Jadi sebenarnya, berenang saat menstruasi tidak begitu dianjurkan.
Namun, jika kamu tetap ingin berenang saat menstruasi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar kamu bisa berenang dengan nyaman. Intip beberapa tips di bawah ini!
1. Pakai Tampon Sebelum Berenang
Berenang memang dapat menghambat aliran darah menstruasi. Tapi, agar kamu bisa nyaman berenang, kamu bisa menggunakan tampon saat berenang. Jika pembalut dipasang di permukaan celana dalam untuk menampung darah yang keluar, tampon justru dimasukkan ke dalam lubang miss V untuk menyumbat Miss V dan menyerap darah menstruasi agar tidak bocor. Bagaimana dengan penggunaan pembalut saat berenang? Berenang menggunakan pembalut tidak dianjurkan, karena pembalut akan menyerap air kolam sehingga menyebabkan pembalut akan mengembang dan menjadi lembab. Barulah setelah berenang kamu bisa menggunakan pembalut tanpa harus menggunakan tampon.
2. Bawa Persediaan Tampon Lebih
Sama seperti menggunakan pembalut, kamu perlu mengganti tampon yang digunakan setiap tiga sampai empat jam sekali, terlebih jika aliran menstruasi sedang deras. Jadi, jangan lupa membawa persediaan tampon lebih saat kamu berenang, ya.
3. Kenakan Pakaian Berwarna Gelap
Kebocoran darah menstruasi memang bisa dihindari dengan menggunakan tampon secara benar. Tapi, jika kamu masih khawatir darah menstruasi akan bocor, kamu bisa menggunakan pakaian renang berwarna gelap, seperti hitam, biru tua, atau ungu tua.
4. Perhatikan Makanan yang Dimakan
Beberapa orang akan mengalami perut kram selama menstruasi. Karena itu, untuk mencegah terjadinya kram saat menstruasi, perhatikan makanan yang kamu makan. Hindari konsumsi gorengan, makanan asin, kafein, dan makanan tidak sehat lainnya sebelum kamu berenang. Jika kamu merasakan kram atau nyeri pada perut, kamu bisa minum obat pereda rasa nyeri untuk mengurangi rasa nyeri yang dirasakan agar kamu bisa berenang dengan nyaman.

Sumber : Halodoc 

Comments

Popular posts from this blog

Resep Rahasia Ku... Ibu-ibu wajib baca tip ini jika mau memastikan rahim dan vagina dalam keadaan sehat sepanjang usia. Ini juga salah satu cara untuk  kelancaran dan keharmonian dalam hubungan suami isteri. Penampilan tidak sekadar dilihat dari segi luaran semata.  Sebaliknya jika cantik di dalam maka cantiklah luarnya. Yang penting, menjaga kesehatan  dan kecantikan itu perlu. Nah, beberapa yang bisa membantu anda menjaga rahim dan vagina  supaya sentiasa sehat.  1. Mandi serum Adalalah mandi herbal.  Biasanya mandian ini dilakukan oleh wanita setelah melahirkan. Tapi bagi yg belum atau sudah melahirkan bisa juga.  Maka daun-daun yang terpilih akan dikutip dan direbus untuk dibuat mandian. Antara daunnya adalah: Daun pandan Daun limau purut Daun serai wangi Daun mengkudu Daun kunyit JAHE Selain bertujuan untuk buang angin khasiat dari rebusan daun tersebut mampu melancarkan perjalanan darah serta memberi khasiat pad...

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Anak aktif dan hiperaktif, apakah berbeda? Anak aktif adalah anak yang memiliki kelebihan energi, sehingga mereka lebih aktif bergerak dibandingkan anak lainnya. Pada anak aktif, kondisi otak dalam keadaan normal tanpa gangguan. Sedangkan, anak hiperaktif adalah anak yang memiliki gangguan tingkah laku karena perkembangan otak yang tidak normal. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik. Akibatnya, anak hiperaktif sulit memusatkan pikiran, perhatian, dan konsentrasi. Anak hiperaktif bukanlah anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka hanya perlu ditenangkan dan diperlakukan dengan cara yang tepat. Lantas, apa yang bisa ibu lakukan jika memiliki anak hiperaktif? Simak beberapa tips mengatasi anak hiperaktif di bawah ini, yuk! Lakukan Kegiatan Positif Untuk menyalurkan energi Si Kecil yang berlebih, ibu bisa mengajak Si Kecil melakukan kegiatan yang Si Kecil sukai, misalkan menggambar, mewarnai, memasak, dan kegiatan positif la...
SEDANG MEWABAH, KENALI GEJALA DIFTERI DAN CARA PENCEGAHAN NYA.. Belakangan ini, masyarakat Indonesia sedang dicemaskan oleh mewabahnya penyakit difteri. Menurut data Kementrian Kesehatan, hingga November 2017 tercatat sebanyak 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dengan 32 kasus di antaranya meninggal dunia. Daftar kasus difteri terus meningkat hingga mencapai ratusan di berbagai daerah. Sebenarnya sebelum tahun 2017, wabah difteri juga pernah terjadi pada tahun 2009. Penyebab mewabahnya penyakit difteri adalah menurunnya minat orangtua memberikan imunisasi pada anak. Padahal, penyakit difteri ini bisa dicegah sejak dini dengan pemberian imunisasi, lho. Apa itu difteri? Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri  Corynebacterium  d iptheriae yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Terkadang, penyakit ini pun memengaruhi kulit. Termasuk dalam jenis penyakit serius yang sangat menular, difteri pun bisa berakibat fatal b...