Skip to main content

PENJELASAN BADAN POM RI Tentang VIRALNYA SURAT INTERNAL HASIL PENGUJIAN SAMPEL SUPLEMEN MAKANAN

PENJELASAN BADAN POM RI
Tentang
VIRALNYA SURAT INTERNAL
HASIL PENGUJIAN SAMPEL SUPLEMEN MAKANAN

Sehubungan dengan viralnya surat dari Balai Besar POM di Mataram kepada Balai POM di Palangka Raya tentang Hasil Pengujian Sampel Uji Rujuk Suplemen Makanan Viostin DS dan Enzyplex tablet, Badan POM RI perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Sampel produk yang tertera dalam surat tersebut adalah Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

2. Berdasarkan hasil pengawasan terhadap produk yang beredar di pasaran (post-market vigilance) melalui pengambilan contoh dan pengujian terhadap parameter DNA babi, ditemukan bahwa produk di atas terbukti positif mengandung DNA Babi.

3. Badan POM RI telah menginstruksikan PT. Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories untuk menghentikan produksi dan/atau distribusi produk dengan nomor bets tersebut.PT.

4. Pharos Indonesia telah menarik seluruh produk Viostin DS dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran, serta menghentikan produksi produk Viostin DS.

5. PT Medifarma Laboratories telah menarik seluruh produk Enzyplex tablet dengan NIE dan nomor bets tersebut dari pasaran.

6. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan konsumen, Badan POM RI menginstruksikan Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia untuk terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif (+) mengandung DNA babi, namun tidak mencantumkan peringatan “MENGANDUNG BABI”.

7. Badan POM RI secara rutin melakukan pengawasan terhadap keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu produk dengan pengambilan sampel produk beredar, pengujian di laboratorium, serta tindak lanjut hasil pengawasan.

Masyarakat dihimbau untuk tidak resah dengan beredarnya surat ini. Jika memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.



Jakarta, 30 Januari 2018


Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Badan POM RI


http://www.pom.go.id/new/view/more/klarifikasi/78/PENJELASAN-BADAN-POM-RI-Tentang-VIRALNYA-SURAT-INTERNAL-HASIL-PENGUJIAN-SAMPEL-SUPLEMEN-MAKANAN.html

Comments

Popular posts from this blog

Resep Rahasia Ku... Ibu-ibu wajib baca tip ini jika mau memastikan rahim dan vagina dalam keadaan sehat sepanjang usia. Ini juga salah satu cara untuk  kelancaran dan keharmonian dalam hubungan suami isteri. Penampilan tidak sekadar dilihat dari segi luaran semata.  Sebaliknya jika cantik di dalam maka cantiklah luarnya. Yang penting, menjaga kesehatan  dan kecantikan itu perlu. Nah, beberapa yang bisa membantu anda menjaga rahim dan vagina  supaya sentiasa sehat.  1. Mandi serum Adalalah mandi herbal.  Biasanya mandian ini dilakukan oleh wanita setelah melahirkan. Tapi bagi yg belum atau sudah melahirkan bisa juga.  Maka daun-daun yang terpilih akan dikutip dan direbus untuk dibuat mandian. Antara daunnya adalah: Daun pandan Daun limau purut Daun serai wangi Daun mengkudu Daun kunyit JAHE Selain bertujuan untuk buang angin khasiat dari rebusan daun tersebut mampu melancarkan perjalanan darah serta memberi khasiat pad...

Cara Mengatasi Anak yang Hiperaktif

Anak aktif dan hiperaktif, apakah berbeda? Anak aktif adalah anak yang memiliki kelebihan energi, sehingga mereka lebih aktif bergerak dibandingkan anak lainnya. Pada anak aktif, kondisi otak dalam keadaan normal tanpa gangguan. Sedangkan, anak hiperaktif adalah anak yang memiliki gangguan tingkah laku karena perkembangan otak yang tidak normal. Kondisi ini disebabkan oleh adanya gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik. Akibatnya, anak hiperaktif sulit memusatkan pikiran, perhatian, dan konsentrasi. Anak hiperaktif bukanlah anak yang memiliki keterbelakangan mental. Mereka hanya perlu ditenangkan dan diperlakukan dengan cara yang tepat. Lantas, apa yang bisa ibu lakukan jika memiliki anak hiperaktif? Simak beberapa tips mengatasi anak hiperaktif di bawah ini, yuk! Lakukan Kegiatan Positif Untuk menyalurkan energi Si Kecil yang berlebih, ibu bisa mengajak Si Kecil melakukan kegiatan yang Si Kecil sukai, misalkan menggambar, mewarnai, memasak, dan kegiatan positif la...
SEDANG MEWABAH, KENALI GEJALA DIFTERI DAN CARA PENCEGAHAN NYA.. Belakangan ini, masyarakat Indonesia sedang dicemaskan oleh mewabahnya penyakit difteri. Menurut data Kementrian Kesehatan, hingga November 2017 tercatat sebanyak 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dengan 32 kasus di antaranya meninggal dunia. Daftar kasus difteri terus meningkat hingga mencapai ratusan di berbagai daerah. Sebenarnya sebelum tahun 2017, wabah difteri juga pernah terjadi pada tahun 2009. Penyebab mewabahnya penyakit difteri adalah menurunnya minat orangtua memberikan imunisasi pada anak. Padahal, penyakit difteri ini bisa dicegah sejak dini dengan pemberian imunisasi, lho. Apa itu difteri? Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri  Corynebacterium  d iptheriae yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan. Terkadang, penyakit ini pun memengaruhi kulit. Termasuk dalam jenis penyakit serius yang sangat menular, difteri pun bisa berakibat fatal b...